Tuesday, May 1, 2007

JALAN YANG PANJANG



Hari yang cerah. Dua pekan setelah kecelakaan, tragedi yang takkan terlupakan karena berhasil mengundang trauma. Ada nyeri yang masih terasa, ada luka yang masih menganga. Luka di kaki yang dapat memproduksi rasa sakit jika berjalan lebih dari 10 meter tanpa henti. Padahal kejadian itu terjadi dua pekan yang lalu. Kubaca ulang sms yang entah sudah berapa kali kubaca. Undangan Pelantikan Regu Pandu Keadilan yang waktunya bertepatan dengan waktu pengukuran sampel penelitianku di Maros. Bingung, kata itu belum mewakili perasaan dan pikiranku kini. Belum lagi keadaan kakiku yang sangat memprihatinkan. Kaki yang biasanya dapat menempuh lantai lima kampusku dalam waktu satu menit, harus menjalani perjalanan yang sama yang lamanya tiga kali lipat dari biasanya. Di sisi lain, ada keiginan yang begitu besar untuk menghadiri undangan pelantikan itu, keinginan yang mungkin akan memaksaku menempuh jalan yang panjang. Sungguh kebingungan yang luar biasa.

Bantuan dariNya pun menyapa. Teman penelitianku bersedia mengantikanku ke maros. Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, saya menghadiri undangan itu.

Perkiraanku tidak meleset. Saya tau, untuk dilantik jadi anggota Regu Pandu, tidaklah mudah. Ada jalan yang panjang yang harus dilalui. Dan saya menerima tantangan itu. Peluh yang terasa, keringat yang bercucuran, lelah, pegal, tidak menghalangiku meneruskan perjalanan ini. Jalan yang panjang, setidaknya buat orang pincang sepertiku. Keinginan ini tak tertahankan, semangat ini sedang terbakar, demi untuk sebuah cita-cita “berada di barisan paling depan mujahidah” saat perang nanti. Sedikit lagi, satu langkah kan ku tempuh. Satu langkah dari entah berapa langkah. Tugas ini berat, menurutku. Butuh komitmen dan konsisten yang tinggi. Ada putus asa sempat terbersit, tapi itu hanya sebentar, mengingat kerelaan seorang ukhti untuk menggantikanku di tempat lain. Agar aku bisa berada di sini, menempuh jalan panjang ini.

Ada air mata yang saling berdesakan ingin keluar karena terharu. Ya Allah… kekuatan seperti ini tentu saja dariMU. Saya melihat kakiku, dia baik-baik saja. Bahkan sakit yang biasanya muncul karena perjalanan jauh, tidak kurasakan kini. Air mataku semakin semangat untuk keluar... tapi kutahan.

Jalan panjang itu berhasil juga kulalui dengan stempel luka yang masih setia di kaki kiriku. ALLAHU AKBAR! Bersama lima akhwat yang lain, saya melangkah, satu anak tangga untuk sebuah cita-cita. Dan kalimat hamdalah tak lepas dari bibirku.

By :noerlyn-01@yahoo.com

0 komentar:

PELATIHAN KEPENULISAN DAN DESAIN GRAFIS

LATSUS REGU SANTIKA

 

Santika Sulawesi Selatan Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template